Hi, Long time no see my blog.
Lama sekali rasanya saya tidak melihat blog saya ini. It's Ok.
Huuuu...Maklum saja akhir – akhir ini saya sedikit sibuk *alasan klise*,
alih – alih menulis blog malah tertidur. Seminggu terakhir ini saya baru
menyelesaikan ujian tengah semester (UTS) yang membuat kepala cekat cekot.
Bagaimana tidak UTS kali ini agak sedikit berbeda dari UTS sebelumnya karena
ada cerita absurd di dalamnya (minimal menurut saya lah) dalam beberapa subject
yang diujiankan.
Hari pertama ujian, dengan penuh
semangat memakai pakaian hitam putih dibalut almamater, siap untuk bertempur.
Ini hal absurd yang pernah saya lakukan karena selama ini almamater hanya
tergantung dalam lemari dan akan dikeluarkan ketika ujian saja.
Well, subject ini berada di
jam kedua. Namanya Teaching English as a foreign language. Membacanya
saja yakinlah akan membuat bibir anda sedikit monyong apalagi membaca isinya.
Ujian ini Open Book,
terdiri dari 10 butir soal saja namun jawabannya hampir seisi buku.
Selama dua jam saya harus teliti membaca bahasanya Pangeran William itu. Finally,
I can finished my exam setelah mata ini lelah berputar – putar seiring
lidah yang mulai kribo. Ketika berdiri, tiba – tiba tepuk tangan bergemuruh di
dalam kelas, usut punya usut ternyata saya adalah orang pertama yang
mengumpulkan kertas jawaban *Ajaib*. Ingin rasanya saya melambaikan tangan ala
putri Kate Middleton. Ini keren sekali.
Hari kedua, subject ini juga berada
di jam kedua. Speaking 4 dengan ujiannya adalah public speaking. Kita memilih
topic yang akan disampaikan ke khalayak ramai, mulai dari pidato calon
presiden, calon gubernur sampai calon ketua RT. Ada juga yang memilih topic
berjualan atau ada yang memberikan penyuluhan tentang kesehatan, hanya dalam waktu
2 menit. Waktu yang singkat membuat kami harus bisa memberikan isi tepat sasaran. Jika lewat dari
2 menit, maka kami harus segera siap dihentikan walaupun orasi kami belum
selesai. Saya, memilih topic pencalonan presiden dengan nomor coblos 3 sesuai angka
urutan dalam anggota keluarga. Karena hanya 2 menit maka pidato saya isinya
hanya seperti ini “
Good Morning, Ladies & Gentlemen
Thanks for this opportunity. My
name is Indah Maya Sari. I am as a president candidates number 3. I do not give
you any promises but I'll show you the real action. I am ready to deduct my half
salary every month during as a president for destroy the poorness. I think that's all for
today, it's simple but trust me it works. Choose me number 3.
Thank you.
*Lalu ada hening
panjang – mereka tak percaya ada calon president Indonesia seperti ini *
Hari ketiga, ini adalah subject yang
lumayan membuat lidah anda keriting. Introduction to Linguistic. Anda
harus bisa melafalkan kata demi kata dengan tepat dan benar. Seminggu sebelum
ujian, dosen kami yang baik hati ini memberikan kisi – kisi soal sebanyak 5
butir. Kami, seisi kelas – terutama saya percaya saja bahwa soal tidak akan
jauh beda dengan kisi – kisi tersebut. Saya
dengan bersusah payah mengingat – ingat jawaban. Ujian pun dimulai. Saya
terkesima dan melotot melihat soal ujian yang berbeda jauh sekali. Ternyata
seisi kelas pun merasa yang sama dengan saya. Lalu gelombang protes bergemuruh.
“ Pak, kenapa soal berbeda dengan
kisi – kisinya “ Seisi kelas ribut, dengan santai bapak itu menjawab yang
sekaligus membuat kami malu untuk kembali protes.
“ Oh iya dong, kalau soal sama
persis dengan kisi – kisi buat apa kita ujian. Kan saya buat kira – kira
seputar itu “ Lalu ada jeda panjang.
Pak dosen memberikan 5 butir soal. 3
diantaranya mampu diisi dengan susah payah. Berpikir keras hingga mentok. Maka
2 diantaranya tertutup awan gelap tak bisa saya mengingat. Akhirnya keluarlah
ilmu pepatah “Malu bertanya sesat di jalan”. 2 soal tersebut sukses di jawab
dengan bertanya pada orang yang tepat maka saya tak akan tersesat. *Mahasiswa
labil*
Hari keempat, subjectnya Language
Testing. Disini kami diminta untuk membuat 10 pertanyaan dan jawaban dari
teks yang tersedia. Jika anda salah penulisan kata atau tertinggal satu huruf
maka jawaban anda langsung disalahkan. Ujian ini lebih sulit dari ujian
biasanya. Dilarang mencontek karena tentu saja pertanyaan dan jawaban kita
saling berbeda. Di jam kedua subjectnya adalah Writing 4, Open book dengan 5
butir soal. Pak dosen berkata “ Bukalah apa yang bisa kalian buka”. *Jleb*
Akhirnya selesai juga UTS kali ini.
Kita akan bertemu lagi pada UTS berikutnya.
Salam Cekat
cekot
Indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar