Kenapa
saya beri judul demikian "Angkot Gila" karena angkot yang saya naiki
sering kali ngebutan - ngebutan tanpa berhati - hati. Mereka tak memikirkan
keselamatan penumpang, baik jurusan Dapur 12 ataupun tanjung uncang. Nah, hari
ini (24.11.2012) pukul 07.45 WIB sampai juga puncaknya. Saya menaiki angkot
jurusan tanjung uncang hendak bekerja. Penumpanganya ada 2 orang, saya dan
lelaki yang kerja di ASL.
Angkot
mengebut seperti biasa, entah apa yang dikejarnya. Pas di jalanan sekitar
Bintang industri, ia memepet di tengah, diantara angkot lain dan sebuah
motor. Plak!Bodi angkot menyenggol bodi motor, pengendara langsung memukul kaca
pintu angkot. Astagfirullah! Saya terkejut bukan main lalu menegur sopir
angkot. Angkot berhenti di simpang Sintai, ia menunggu pengendara motor yang
sepertinya sempat oleng. Wajahnya kesal menahan marah ketika pengendara motor
menghampiri angkotnya.
P.Motor
: "Eh, hati-hati dong. Tanggung jawab neh lecet motor saya"
Sopir
angkot : "APA!! KAU YANG NGGAK TAU DIRI. BANDEL KAU. MAU KUTABRAK SAMPAI
MATI! MASIH BISING KAU, KUTABRAK KAU! MATI!
Astagfirullah!
Saya menoleh ke arah penumpang lain, sang lelaki ASL. Saya pikir ia hendak
turun ternyata ia diam saja, maka saya pun tak berani bergerak sampai tujuan.
Sayang saya tidak sempat memoto wajah sang sopir..
Pertanyaan
saya pagi ini :
~
Apakah polisi tahu kejadian ini jika tidak dilaporkan?
~
Kenapa tidak ada polisi yang berjaga di sekitar pertengahan jalan?
~
Kenapa polisi hanya berjaga di sekitar pos polisi atau sekitar lampu merah?
~
Kenapa polisi tidak menertibkan angkot - angkot yang mengebut atau ugal -
ugalan di jalanan sementara sudah banyak korban yang berjatuhan bahkan
meninggal?
~
Dan kenapa - kenapa lainnya.
Jika
diadakan survey, kebanyakan masyarakat tidak ingin naik angkot yang ugal -
ugalan. Terpaksa naik angkot tersebut karena tidak ada pilihan lain di waktu -
waktu tertentu.
Sungguh
saya tak ingin naik angkot gila!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar