Laman

Sabtu, 02 Maret 2013

KETIKA KUCING PUN PATAH HATI


Kupandangi hujan dibalik jendela kamar. Terasa sendu. Sudah 2 hari ini aku tak melihat Kyran, baik disore hari atau ketika kudatangi rumahnya. Aku mengelap kaca yang mulai berembun. Kemanakah ia?

“ Yoona, ayo kemari “

Kutoleh arah sang pemilik suara. Sungguh aku belum terbiasa dengan nama itu karena nama itu baru disematkan padaku sejak demam Korea melanda, sekitar beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya namaku adalah Mimi, tak perlulah kuceritakan sejarah nama itu akan berurai air mata jika kembali kuceritakan. Ah, lupakan saja.

Berbaringku di bawah ketiaknya, seorang gadis yang kupanggil Nona. Aku mulai tinggal disini ketika berumur 10 tahun. Dan sejak berumur 12 tahun, aku sudah bergonta ganti pacar, tak terhitung jumlahnya, baru – baru ini aku berpacaran dengan Kyran – Si Kucing Persia. Tiap malam minggu kudatangi rumah Kyran, maklum saja tak sedikit pun sang pemilik membiarkan Kyran boleh keluar rumah dengan jarak yang jauh. Sebuah pengorbanan cinta yang harus kujalani.

Aku menggeliat – geliat saat Nona mengelus perutku. “ Ah, kucing nakal “

“ Kau sudah makan, Yoona ?”

“ Meoooooonnggg “

Nona langsung melompat dari kasur dan hampir menabrak pintu kamar. Nona selalu memberikan makanan sehat untukku mulai dari ikan, ayam atau makanan khusus kucing. Alhasil ketika ada yang memberikan ikan asin dengan santainya kutolak mentah – mentah. Salah satu temanku yang melihat itu langsung berteriak. “Dasar kucing kampung belagu”

Rindu ini tiba – tiba melanda. Kumerindukan Kyran. Setelah makan siang ini, kuputuskan untuk mencari informasi kemana gerangan ia. Kutembus hujan yang hampir mereda. Tak kuperdulikan teriakan Nona yang memintaku agar jangan pergi. Namun, kerinduan ini seperti hantu yang terus membayangi.

Kutemui satu persatu teman – teman sepermainannya. Dari rumah ke rumah. Hampir semua tak tahu. Aku melangkah lesu. Baru terasa hujan kali ini begitu dingin. Tiba – tiba kulihat Oppa datang menghampiriku. Itu nama panggilan yang diminta olehnya sendiri, setelah melihat kehebohan joget Oppa Gangnam Style. Dasar kucing norak, batinku.

“ Kau tahu tidak, Kyran sudah pindah ke luar kota di bawa oleh pemiliknya “

Aku kaget bukan kepalang. Kenapa ia tak memberitahuku? Bukankah kami adalah sepasang kekasih?. Rasa kecewa melanda hatiku. Kenapa ia tak menulis surat padaku?. Ah, aku baru ingat kucing tak bisa menulis.

“ Kau menangis ?”

“ Bukan. Ini air hujan “

“ Sudahlah jangan ditangisi. Kalian memang tidak berjodoh. Kyran itu adalah kucing Persia tak mungkin ia mau mengawini kucing kampung sepertimu. Bahkan kudengar, ia pindah karena akan dikawinkan dengan kucing Sphinx agar dapat keturunan yang unik “

Ucapan Oppa benar – benar menghentakku, aku tak suka status sosialku dihina. Walau aku Cuma kucing kampung, aku masih punya harga diri. Bukankah cinta itu tak mengenal kasta.

Kutahu ia tak suka Kyran sejak berpacaran denganku. Mereka selalu bertengkar. Oppa sudah lama menyatakan cintanya padaku namun tak pernah kutanggapi. Bahkan aku pernah mengejeknya, si kucing gendut.

Aku merana. Hati ini teriris – iris. Kyran meninggalkanku karena hendak kawin dengan kucing lain. Air mata ini menetes seiring hujan yang semakin deras. Tak kuperdulikan Oppa memanggil namaku karena nama yang ia panggil salah. Mimi. Bukankah ia sudah tahu namaku kini Yoona. Aku tak tahu dimana ia meletakkan otaknya. Aku mendesis jengkel.

Kulihat Nona menangis, semula kukira karena film yang sedang ditontonnya. Ia sedang memutar film Korea, yang aku tak tahu apa judulnya. Ada adegan seorang gadis menangis ditinggal oleh kekasihnya yang hendak berperang. Sedih ini semakin terasa berlipat – lipat.

Kupandangi lagi Nona. Bukan. Ia bukan sedang menangisi film. Sesekali ia memandangi hape bututnya. Ia balik memandangiku.

“ Kau tahu, Jay memutuskan hubungan kami “ Ia menangis. Dia memelukku begitu erat hingga terasa sesak. Air mata kami berjatuhan, seperti saling berlomba – lomba.

Hujan kali ini terasa begitu syahdu seiring tangis yang mulai terisak – isak.

Batam, 01 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar