Deru
langkah menghapus mimpi
Menguntai
nyata yang tak semestinya
Mimpi
– mimpi tercecer pada lembah yang gelap
Saling
merangkak menjauh
Senyum
kepongahan menghapus air mata
Membentuk
lingkaran yang kusebut khayalan
Jiwa
– jiwa yang hilang berhamburan pada satu titik
Titik
terakhir
Pada titik nadir ini
Aku
berseru Peluklah mimpiku
Batam, 17 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar