Laman

Senin, 01 Oktober 2012

Bahagia itu...

Airmata itu kembali tumpah. Airmata kerinduan akan masa dimana pikiranku tak serumit sekarang. 

Aku benar - benar bingung. Kini aku merasa sendiri di tengah tawa sumbang yang kubuat sendiri. 

Sulit...begitu sulit.

Aku rindu masa lalu. Masa dimana aku tak perlu memikirkan hal - hal yang tak bisa kumengerti. 

Namun, jam dinding yang berdetak seakan menyadarkanku akan masa depan yang harus aku hadapi. 

Ada tangis diluar sana yang belum terselesaikan.

Airmata yang tumpah ini membuatku ingin terbang jauh, menghilang ke dunia yang tak dikenali.

Kadang ada senyum yang seolah menyemangatiku. Kadang ada kesedihan yang tak bisa kutepis. 

Hingga terkadang aku lupa apa rasanya bahagia itu.

Kata orang bahagia itu sederhana. Kalau memang sesederhana itu, kenapa aku tak bisa menari bersama pelangi?

Jam dinding yang berdetak kembali seakan menyadarkanku bahwa bahagia itu bisa datang kapan saja, dekat di nadiku. 

Bahkan hanya ketika melihat orang lain tertawa mendengar celotehanku.

Tersenyum ketika aku tersenyum.

Jika tawa bisa membuatku bahagia

Maka aku hanya ingin tertawa

Tawa tanpa kesedihan


Batam, 02 Oktober 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar