Laman

Jumat, 12 Oktober 2012

THE AMAZING EXPERIENCE : PART I



Tak terasa sudah, kini saya memasuki bulan untuk menuntaskan Program Praktek Lapangan atau biasa di singkat PPL.  Salah satu tugas akhir perkuliahan.
Kali ini saya memilih PPL di Pulau Bulang. Awalnya pilihan ini jatuh karena tidak ada lagi pilihan sekolah karena sekolah - sekolah yang terdekat sudah penuh quotanya. Kami terdiri dari 5 orang yaitu saya, Ika, Ida, Adi dan Fadilah.
Yang tukang foto namanya Rafidah (Ida)

Ketika hari pertama, saya merasa sedikit excited. Di pelabuhan, saya membeli cukup banyak permen karena takut di tengah perjalanan akan mengalami pusing atau mabuk laut. Benar saja, saya sibuk memegangi kepala akibat pusing dan menahan mual. Maka dihari pertama ini saya tak terlalu memperhatikan pemandangan disekitar saya.
Sekitar Pelabuhan Pulau Bulang
Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh, dari pelabuhan Batam ke pulau Bulang berkisar +/- 15 menit. Sesampainya di pulau, kami menempuh perjalanan ke sekolah +/- 25 menit. Sedikit melelahkan, lumayan olah raga pagi. 

Sesampainya di sekolah, kami disambut antusias. Kami mulai memperkenalkan diri. Saya serasa berada dalam kisah laskar pelangi. Di sekolah ini, tiap tingkatan hanya ada satu kelas yang terdiri dari 10 – 15 anak saja. Bahkan ada kelas yang berdampingan hanya disekat papan, sehingga masing - masing kelas saling mendengar jika ada kebisingan. Beruntung ada 2 kelas yang pembangunannya sudah cukup memadai. Pendidikan di sekolah ini semuanya gratis. Sayangnya, rata – rata anak – anak ini masih ada yang memakai sandal dan tidak memakai seragam sekolah sesuai harinya. Saya pikir semua muridnya adalah asli orang tempatan pulau Bulang tapi ternyata ada juga yang berasal dari luar pulau ini.
Saya salut kepada kepala sekolahnya yang tak henti memperjuangkan pendidikan untuk anak – anak pulau. Namanya Pak Damis, padahal beliau telah menyandang gelar S-2 namun tetap mau berdedikasi untuk pulau ini. Beliau sendiri adalah asli orang Bone, Sulawesi.

Di hari pertama, kami langsung memulai mengajar. Saya memasuki kelas 2 MA (Madrasah Aliyah) atau setingkat SMA. Saya meminta untuk saling memperkenalkan diri. Lalu pelajaranpun dimulai. Saya memulainya dengan belajar tenses dan meminta mereka untuk aktif membuat kalimat. Saya merasa mereka menyukai saya #Hahah

Dihari berikutnya, saya sudah terbiasa. Tidak ada lagi mabuk laut. Kali ini kami dibawa berkeliling pulau (P.Buluh dan P. Ketam) karena kebetulan kepala sekolahnya ada sedikit keperluan di beberapa pulau. Subhanallah, saya begitu menikmati. Angin semilir yang berhembus di pagi hari, ombak yang beriak, laut jernih berwarna hijau serta susunan rumah panggung yang berderet rapi. Dan juga ada begitu banyak nelayan yang mencari ikan (Ya iyalah ^_^). Sepanjang perjalanan saya melihat laut, laut dan pohon tembakau. Di P. Ketam, saya takjub ketika melihat beberapa ubur – ubur naik ke permukaan. Indah sekali. Ketika hendak saya pegang, teman saya mengatakan ubur – ubur jangan dipegang dengan tangan karena akan mengakibatkan gatal – gatal. (#Hokey lain kali kita bawa mangkok).

Melihat laut yang begitu jernihnya, ingin rasanya saya nyemplung ke dalam laut. Syukurlah saya tak bisa berenang, jadi teman saya tak perlu bersusah payah menahan saya. Kalau tidak, mungkin sudah tumbuh sirip disekujur tubuh saya #Lah, dikira putri duyung?

Tak disangka ternyata anak – anak itu merindukan saya *peluk*. Mereka memanggil saya dengan beberapa panggilan yaitu Ibu, miss, kak, dan mbak. Namun ada satu panggilan yang saya suka yaitu Ibu Cantik. Mendengar panggilan itu rasanya saya ingin terbang ke langit ketujuh. ..Continue..

Di Pelabuhan Pulau Bulang

See you on next trip.. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar