Tak terasa sudah, kini saya
memasuki bulan untuk menuntaskan Program Praktek Lapangan atau biasa di singkat
PPL. Salah satu tugas akhir perkuliahan.
Kali ini saya memilih PPL
di Pulau Bulang. Awalnya pilihan ini jatuh karena tidak ada lagi pilihan
sekolah karena sekolah - sekolah yang terdekat sudah penuh quotanya. Kami
terdiri dari 5 orang yaitu saya, Ika, Ida, Adi dan Fadilah.
![]() |
| Yang tukang foto namanya Rafidah (Ida) |
Ketika hari pertama, saya merasa
sedikit excited. Di pelabuhan, saya membeli cukup banyak permen karena takut di
tengah perjalanan akan mengalami pusing atau mabuk laut. Benar saja, saya sibuk
memegangi kepala akibat pusing dan menahan mual. Maka dihari pertama ini saya
tak terlalu memperhatikan pemandangan disekitar saya.
![]() |
| Sekitar Pelabuhan Pulau Bulang |
Perjalanan yang kami tempuh
cukup jauh, dari pelabuhan Batam ke pulau Bulang berkisar +/- 15 menit.
Sesampainya di pulau, kami menempuh perjalanan ke sekolah +/- 25 menit. Sedikit
melelahkan, lumayan olah raga pagi.
Sesampainya di sekolah, kami
disambut antusias. Kami mulai memperkenalkan diri. Saya serasa berada dalam
kisah laskar pelangi. Di sekolah ini, tiap tingkatan hanya ada satu kelas yang
terdiri dari 10 – 15 anak saja. Bahkan ada kelas yang berdampingan hanya disekat papan, sehingga masing - masing kelas saling mendengar jika ada kebisingan. Beruntung ada 2 kelas yang pembangunannya sudah cukup memadai. Pendidikan di sekolah ini semuanya gratis.
Sayangnya, rata – rata anak – anak ini masih ada yang memakai sandal dan tidak
memakai seragam sekolah sesuai harinya. Saya pikir semua muridnya adalah asli
orang tempatan pulau Bulang tapi ternyata ada juga yang berasal dari luar pulau
ini.
Saya salut kepada kepala sekolahnya
yang tak henti memperjuangkan pendidikan untuk anak – anak pulau. Namanya Pak
Damis, padahal beliau telah menyandang gelar S-2 namun tetap mau berdedikasi
untuk pulau ini. Beliau sendiri adalah asli orang Bone, Sulawesi.
Di hari pertama, kami langsung
memulai mengajar. Saya memasuki kelas 2 MA (Madrasah Aliyah) atau setingkat
SMA. Saya meminta untuk saling memperkenalkan diri. Lalu pelajaranpun dimulai.
Saya memulainya dengan belajar tenses dan meminta mereka untuk aktif membuat
kalimat. Saya merasa mereka menyukai saya #Hahah
Dihari berikutnya, saya sudah
terbiasa. Tidak ada lagi mabuk laut. Kali ini kami dibawa berkeliling pulau (P.Buluh dan P. Ketam)
karena kebetulan kepala sekolahnya ada sedikit keperluan di beberapa pulau.
Subhanallah, saya begitu menikmati. Angin semilir yang berhembus di pagi hari,
ombak yang beriak, laut jernih berwarna hijau serta susunan rumah panggung yang
berderet rapi. Dan juga ada begitu banyak nelayan yang mencari ikan (Ya iyalah
^_^). Sepanjang perjalanan saya melihat laut, laut dan pohon tembakau. Di P. Ketam, saya
takjub ketika melihat beberapa ubur – ubur naik ke permukaan. Indah sekali.
Ketika hendak saya pegang, teman saya mengatakan ubur – ubur jangan dipegang
dengan tangan karena akan mengakibatkan gatal – gatal. (#Hokey lain kali kita
bawa mangkok).
Melihat laut yang begitu
jernihnya, ingin rasanya saya nyemplung ke
dalam laut. Syukurlah saya tak bisa berenang, jadi teman saya tak perlu
bersusah payah menahan saya. Kalau tidak, mungkin sudah tumbuh sirip disekujur
tubuh saya #Lah, dikira putri duyung?
Tak disangka ternyata anak –
anak itu merindukan saya *peluk*. Mereka memanggil saya dengan beberapa
panggilan yaitu Ibu, miss, kak, dan mbak. Namun ada satu panggilan yang saya
suka yaitu Ibu Cantik. Mendengar panggilan itu rasanya saya ingin terbang ke langit
ketujuh. ..Continue..
![]() |
| Di Pelabuhan Pulau Bulang |
See you on
next trip.. ^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar